Ekonomi Seret, Semangat Pantang Surut: Dapur Barokah Jadi Salah Satu dari 30 UMKM Terpilih Ikuti Kelas Motivasi Bisnis Bersama Mentor NLP Idrus Putra

 

FLAYER YANG BEREDAR DI MEDSOS

SLEMAN — Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan daya beli masyarakat yang masih fluktuatif, semangat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus bertahan dan berkembang justru semakin menguat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan bertajuk "Ekonomi Seret, Semangat Tidak Boleh Macet" yang diselenggarakan oleh Rumah Kreatif Sleman (RKS) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Senin (29/6/2026), di Dekranasda Sleman.

Menghadirkan Mentor NLP (Neuro Linguistic Programming) Idrus Putra, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan mental bagi para pelaku UMKM agar mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis yang semakin kompleks. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi ekonomi saat ini, di mana banyak pelaku usaha menghadapi penurunan omzet, persaingan yang semakin ketat, hingga perubahan perilaku konsumen.

Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini terbilang luar biasa. Panitia mencatat hampir 100 pelaku UMKM dari berbagai daerah mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan tersebut. Namun, karena keterbatasan kapasitas ruangan serta untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran, hanya 30 UMKM terbaik yang akhirnya dinyatakan lolos sebagai peserta.

Seleksi tersebut menjadikan kegiatan ini terasa semakin istimewa. Dari puluhan UMKM yang terpilih, Dapur Barokah menjadi salah satu peserta yang berhasil mendapatkan kesempatan mengikuti kelas eksklusif tersebut.

Bagi Dapur Barokah, kesempatan ini bukan sekadar mengikuti seminar motivasi, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat mental sebagai seorang pelaku usaha. Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, memiliki pola pikir yang kuat dinilai sama pentingnya dengan memiliki produk yang berkualitas.

Perwakilan Dapur Barokah mengaku merasa bangga karena berhasil menjadi bagian dari 30 UMKM terpilih. Persaingan yang cukup ketat, dengan jumlah pendaftar hampir mencapai seratus peserta, menjadi bukti bahwa kesempatan tersebut merupakan sebuah kepercayaan yang patut disyukuri.

"Kami merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi salah satu UMKM yang lolos mengikuti kegiatan ini. Temanya sangat sesuai dengan kondisi yang sedang kami hadapi sebagai pelaku usaha. Ketika ekonomi sedang lesu, justru semangat tidak boleh ikut melemah. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti sebagai motivasi sesaat, tetapi benar-benar menjadi bekal untuk melakukan aksi nyata dalam menjalankan usaha," ungkap perwakilan Dapur Barokah.

Selama kegiatan berlangsung, Idrus Putra mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa hambatan terbesar dalam bisnis sering kali bukan berasal dari kondisi pasar, melainkan dari cara berpikir pemilik usaha. Ketika rasa takut, pesimis, dan keraguan mulai menguasai pikiran, maka keputusan bisnis yang diambil pun cenderung tidak berkembang.

Melalui pendekatan NLP, peserta diajak mengenali pola pikir yang selama ini menghambat pertumbuhan usaha, kemudian mengubahnya menjadi pola pikir yang lebih positif, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Peserta juga diberikan berbagai simulasi mengenai bagaimana menghadapi tekanan, menjaga semangat tim, serta tetap fokus mencari peluang meskipun kondisi ekonomi sedang tidak bersahabat.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi, hingga saling memberikan inspirasi dalam mempertahankan usahanya. Banyak pelaku UMKM yang mengaku mendapatkan sudut pandang baru bahwa keberhasilan usaha bukan hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga kekuatan mental dan konsistensi dalam berinovasi.

Keikutsertaan Dapur Barokah dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai perubahan positif. Tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga mendorong lahirnya langkah-langkah strategis dalam mengembangkan usaha kuliner yang selama ini telah melayani masyarakat di berbagai wilayah.

Dapur Barokah menegaskan bahwa materi yang diperoleh akan segera diterapkan dalam operasional usaha. Mulai dari membangun pola pikir yang lebih optimistis, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, memperkuat pemasaran digital, hingga terus berinovasi menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menurut mereka, tantangan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berkarya. Sebaliknya, kondisi sulit justru harus menjadi pemicu untuk lebih kreatif, lebih disiplin, dan lebih dekat dengan pelanggan.

Kegiatan yang diselenggarakan Rumah Kreatif Sleman ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan UMKM tidak hanya dilakukan melalui bantuan permodalan atau pelatihan teknis, tetapi juga melalui penguatan karakter dan mental para pelaku usaha. Sebab, bisnis yang mampu bertahan dalam situasi sulit adalah bisnis yang dijalankan oleh orang-orang yang memiliki semangat belajar, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil keputusan.

Dengan terpilihnya hanya 30 peserta dari hampir 100 pendaftar, pelatihan ini menjadi sebuah kesempatan berharga yang diharapkan mampu melahirkan para pelaku UMKM yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman. Dapur Barokah pun optimistis bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh tidak akan berhenti di ruang pelatihan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata untuk terus berkembang, membuka peluang baru, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah perlambatan ekonomi, pesan utama yang dibawa dari kegiatan ini terasa sederhana namun sangat bermakna: ekonomi boleh seret, tetapi semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan bangkit tidak boleh pernah macet. Itulah modal utama agar UMKM Indonesia tetap tumbuh, bertahan, dan menjadi pilar penting penggerak perekonomian daerah maupun nasional.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama